Cerpen Cinta

Bibeh.com – Setiap orang pastinya memiliki bakat tersimpan, dan kebanyakan mungkin memendam bakat seni yang tidak disadari oleh banyak orang. Beberapa orang pastinya ada juga yang gemar untuk membuat sebuah karya tulis. Sebuah karya tulis yang mungkin biasa dibuat oleh banyak orang adalah seperti pantun, puisi, atau bahkan sebuah cerpen. Menulis sebuah cerpen atau cerita pendek ini memang bsia dikatakan gampang-gampang susah.

Cerpen Cinta

Bisa saja anda menulis sebuah cerpen yang memang berdasarkan pada kenyataan yang pernah dialami. Namun anda juga bisa menuliskan cerpen yang berupa khayalan namun tetap memiliki jalan cerita yang menarik. Salah satu hal yang bisa menjadi inspirasi semua orang dalam pembuatan cerpen adalah cinta. Cinta memang sesuatu yang universal yang dapat dirasakan oleh semua orang.

Cerpen Cinta

Mungkin itulah alasan mengapa banyak karya sastra yang menjadikan cinta sebagai temanya. Seperti yang sebelumnya telah dikatakan, salah satu karya sastra bertemakan cinta yang banyak beredar di masyarakat adalah Cerpen Cinta. Cerpen memang berbeda dengan novel karena memiliki alur yang lebih singkat dan waktu pembuatan yang tidak lama.

Biasanya Cerpen Cinta saat ini mengangkat hal-hal umum percintaan yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari kita. Seperti indahnya jatuh cinta, jatuh cinta pada pandangan yang pertama sampai dengan yang pahit-pahit seperti patah hati, perselingkuhan dan cerita-cerita galau mengenai cinta.

Saat ini anda semua juga pastinya ingin membuat Cerpen Cinta Romantis, namun anda tentunya membutuhkan inspirasi Cerpen Tentang Cinta. Maka dari itu Bibeh.com hadir untuk membantu anda yang ingin membuat Cerpen Cinta Sejati denan menghadirkan Contoh Cerpen Cinta. Dan lebih baik memang langsung saja simak beberapa Kumpulan Cerpen Cinta Romantis di bawah ini.

1. Kejutan Ulang Tahun Yang Ke 17

Pagi itu bel masuk berbunyi anak-anak berlari memasuki kelas masing-masing. Aku duduk berdua dengan Ayu temanku sejak kelas 1 SMA. 
 
“PR-mu udah cin?” 
“udah dong” 
“Aku pinjem dong, lihat matematika nomer 8, 9, 10 hehe” 
“huu nyontek apa ngrampok loe” 
 
Ayu asik mengerjakan PR matematika yang belum ia kerjakan, sedangkan aku duduk sambil menunggu guru masuk kelas sambil ngobrol dengan Yudha temen sekelasku yang duduk di belakangku. Aku memang kadang orangnya suka iseng, bahkan bukan Cuma aku. Teman satu kelas semua juga pada iseng dengan memanggil sebutan nama-nama anak-anak kelas dengan sebutan beb, mas, kak, jeng, ses, non dan lain sebagainya. Begitupun aku, aku sering memanggil Yudha dengan sebutan Beb. Tapi Yudha anaknya agak sedikit pemalu jadi dia diam saja walau aku sering becandaain dia dengan memanggilnya dengan sebutan beb. Heheh. 
 
Singkat cerita, karena keisenganku dengan Yudha kami sempat dekat. Aku dengan Yudha sering kontek via sms, hampir setiap malam. Dari itu kami semakin dekat dan merasa aku punya perasaan yang lebih dari seorang teman dengan Yudha. Kami akhirnya tau perasaan masing-masing, sampai suatu saat Yudha nembak aku di pinggir sawah saat kita jalan bersama pulang sekolah, saat itu sekolah pulang cepat. Awalnya dia Cuma bilang suka saat kita masih dalam perjalanan masih saat menaiki motor, tapi ternyata dia tidak yakin dan akhirnya dia meminggirkan motornya tepat di sisi jalan pinggir sawah pula dia memegang tanganku dan bilang suka. Sejak saat itu kita resmi jadian. 
 
Dua bulan berlalu aku pacaran sama Yudha, guru-guru pun tau akan hubungan aku dengan Yudha. Sampai suatu saat di bulan Januari, bulan dimana Yudha ulang tahun pada tanggal 23 Januari. Ini merupakan ulang tahunnya yang ke 17. Iya, aku dan Yudha berbeda sedikit dia 17 tahun dan aku 18 tahun. Tapi bagiku itu bukanlah halangan untuk hubungan kita. 
 
Aku mulai bingung untuk mencari kado apa yang sesuai untuk Yudha sampai aku tanya dengan teman-temannya apa yang harus aku kasih pada Yudha. Akhirnya aku punya inisiatif sendiri sehari sebelum hari ulang tahunnya aku sibuk menyiapkan semuanya untuk Yudha dari mulai aku nyari kado buat Yudha dan aku membeli kue ulang tahun untuknya. Malam itu, dengan dibasahi hujan gerimis aku memaksakan keluar rumah untuk mengambil kue ulang tahun untuk Yudha. Ya, toko itu cukup jauh tidak akan cukup waktu jika pas esok hari baru mengambil pesanan itu. Aku sengaja hanya mengucapkan “Selamat ulang tahun” saja dengan bilang aku tidak bisa kasih apa-apa, padahal aku begitu sibuk untuk mempersiapkan semuanya untuk Yudha.  
 
Esoknya, aku sms Yudha. Aku bilang aku tidak masuk hari itu, berikut merupakan isi pesan singkatku untuk Yudha; 
 
“Bebh, maaf aku hari ini nggak bisa masuk aku sakit. Maaf di hari ulang tahunmu aku nggak ada” 
 
Padahal pagi itu aku berangkat pagi-pagi, namun jawab Yudha ia juga tidak akan masuk kalau aku tidak masuk hari itu. 
 
“Lho sakit apa bebh, Ya udahlah aku juga gak masuk hari ini kalo embebh gak masuk?”. begitulah isi pesan yudha. 
 
“Embebh” adalah andalan Yudha untuk memanggilku. 
 
Aku mulai bingung, bisa gagal acaraku untuk bikin kejutan kalau Yudha tidak berangkat hari itu. Akhirnya aku bilang Yudha bahwa aku nggak jadi nggak masuk sekolah. Yudha memebalas pesanku dengan “ya udah aku juga berangkat, sekarang”. 
 
Hmm akhirnya dia berangkat juga. Tapi aku tidak kehabisan akal sebelum Yudha masuk kelas aku ngumpet di UKS agar Yudha tidak melihatku. Dan ternyata… Ya, dia menanyaiku pada temanku Ayu. 
“Cinta mana Yu,” 
“Dia kan nggak masuk hari ini” Yudha kecewa dengar pernyataan Ayu tentang aku. 
 
Bel masuk pun berbunyi. Sengaja aku berdiam dulu dalam UKS sampai anak-anak benar-benar sepi masuk kelas. Dan yah… akhirnya saat anak-anak sudah duduk rapi dalam kelas aku masuk dengan PD-nya, beruntung guru mapel belum masuk. Hahaha.. 
 
Dengan kagetnya Yudha ia tersenyum denganku, langsung aku menghampiri dan duduk di sampingnya. Sejak aku pacaran sama Yudha, dengan usilnya Ayu tidak mau duduk denganku. Ia bertukar tempat duduk dengan Yudha dan terpaksanya aku duduk dengan Yudha. 
 
Bel pelajaran terakhir berbunyi. Anak-anak berhamburan keluar kelas. Aku dengan teman-teman cewek yang lain sengaja pergi dari kelas dulu dan temen-temen cowok membawa Yudha ke kamar mandi. Setelah Yudha keluar dari kelas aku langsung masuk lagi dan mempersiapkan semuanya. Disaat aku sedang mempersiapkan semuanya ternyata Yudha sedang dikerjai teman-teman yang lain di lapangan sekolah. Ada yang menyiramnya dengan air, menaburkan tepung terigu sampai ada yang melemparinya dengan telur ayam mentah. Iuhh jorok. Hahaha… Sampai akhirnya Yudha suruh masuk kelas lagi tapi ia tidak mau karena takut dikerjain lagi. Namun salah seorang temannku bilang bahwa aku pingsang di kelas. 
 
“Yud, ayo sini masuk kelas” 
“ogah ah, bau amis begini” 
“cepetan sini, cinta pingsan!” 
 
Yudha langsung berlari ke kelas dan surprize… Kue ulang tahun dengan lilin angka 17 ku pegangi dan semua serentak bernyanyi “selamat ulang tahun”. Perasaan malu, seneng terukir di wajahnya dengan senyum-senyum kecilnya yang membuatku juga ikut bahagia. 
 
Acara tiup lilin dan potong kue berlangsung di kelas, dengan romantisnya dia menyuapiku sepotong kue begitu pun sebaliknya aku menyuapi dia. Lalu tak lupa aku berikan bingkisan kado untuknya. Bahagianya dia menerima itu dari aku. Aku pun ikut bahagia. Acara ulang tahun yang sederhana itu cukup membuatku merasa bahagia, karena semua yang ku persiapkan untuk Yudha adalah hasil tabungan dari uang saku ku yang ku sisihkan. 
 
Sore hari pun tiba, karena asyik dengan acara ulang tahun Yudha dengan makan bersama kue ulang tahun Yudha, kami sampai lupa waktu sudah menunjukan pukul 17.00 WIB. Kami semua pulang ke rumah masing-masing. Malam harinya Hp-ku berbunyi “ting.. ting”. Ternyata satu pesan dari Yudha yang berisi; 
 
“Sayang makasih ya atas kejutannya, atas kue dan kadonya aku seneng banget sayang”. 
Dengan senyum yang melengkung di bibirku, aku merasa sangat puas bisa membuat dia senang di hari ulang tahunnya. Aku pun membalas pesan singkat dari Yudha yang berisi: 
“iya sayang, sama-sama aku juga seneng kalau kamu seneng dengan kejutannya syukurlah.. Aku sayang kamu Yudha” 
Yudha membalas pesanku; “Iya sayang, aku juga sayang banget sama kamu bebh” 
 
Malam itu kami melanjutkan berkomunikasi lewat sms. Begitulah kejutan ulang tahun Yudha yang ke 17 tahun. 
 
Cerpen Karangan: Intan Sulistyowati 

2. Cinta Suciku

Ini adalah kisahku yang mempercayai bahwa dia adalah CINTA SUCIKU yang akan kembali kepadaku. Aku senang bisa mendapatkannya kembali, karena kami sudah lama berpacaran dan hubungan kami kandas karena kehadiran orang ketiga, tapi kami sudah berjanji untuk saling mempercayai dan karena itu aku sudah sangat menyayanginya. 
 
Pagi itu aku sangat bersemangat untuk pergi ke sekolah karena aku akan bertemu dengan dia, tapi semua tidak seperti yang kuharapkan. Tiba-tiba temanku mendekatinya lalu berbisik, aku heran dan bergumam dalam hati “kenapa Shella ngedeketin kak Achdan?” “padahal kan dia tau kalau kak Achdan itu milikku”. Aku tidak terlalu menghiraukan, tapi entah kenapa air mataku langsung keluar dan mengalir dengan derasnya.  
 
Aku pun meminta tolong kepada temanku yang bernama Wanda untuk memanggil kak Achdan “Wan tolong panggilin kak Achdan dong” “iya, tapi bilang apa?” ujar Wanda. “bilang aja Vira nangis” ujarku, Wanda pun berlari menuju tempat kak Achdan dan kak Revi berbicara. Tak lama kemudian kak Achdan datang menghampiriku dan berkata “kamu kenapa?, kok nangis?” ujar kak Achdan “gak papa kok kak” ujarku, “kalau gak papa kenapa nangis?” ujar kak Achdan. Aku hanya diam, terpaku melihatnya karena aku sungguh menyayanginya. Kak Achdan memegang tanganku dan berkata “air matanya ngalir tuh” ujar kak Achdan, “gak kok kak” ujarku sambil mengusap air mata yang memang dari tadi mengalir di pipiku. 
 
Tiba-tiba kak Revi menarik tangan kak Achdan membawanya pergi, aku hanya bisa diam karena aku tidak mau menunjukkan bahwa aku sangat membutuhkan kehadiran kak Achdan. Kak Revi dan kak Achdan pun pergi meninggalkanku sendiri, aku pun bersama teman-temanku. Sudah lama kutunggu kedatangan kak Achdan untuk menemaniku, tapi dia berada di depan kelasku bersama kak Revi, Risda, Nadia dan Shella. Dengan sengaja aku berjalan menuju kelasku “Vira tolongin aku nah” ujar kak Achdan, aku pun membiarkan karena aku merasa sakit hati lalu dengan sengaja ku sapa Rama dengan wajah gembira “Rama” ujarku “iya Vira” Rama membalas sapaanku terhadapnya. 
 
Tak lama bell masuk kelas pun berbunyi kak Achdan dan kak Revi pun beranjak pergi dari depan kelasku. Aku pun memulai pelajaran dengan keadaan yang tidak semangat, setelah belajar bell istirahat pun berbunyi aku mendapat kabar yang sangat mengejutkan, “Vir kamu tau gak kalau Shella suka sama kak Achdan?” ujar Amel, “yang bener” ucapku. Belum sempat Amel berkata aku langsung pergimenghampiri Wanda dan memanggil kak Achdan, “kak Achdan sini dulu” ucapku, kak Achdan datang “apa?” ucap kak Achdan, aku langsung bertanya soal Shella. “kakak suka kan sama Shella, jujur aja” “gak Vira” ucap kak Achdan, “halah gak usah bohong kak” ujarku tak lama kemudian kak Revi datang dan lagi-lagi menarik kak Achdan dan membawanya pergi. Saat itu aku sangat lemah karena masalah itu, tapi aku mencoba untuk tetap tegar mengahadapinya. Aku pun pergi mendatangi Deylani, entah kenapa saat di sampingnya air mataku menetes karena mengingat soal Shella yang suka sama pacarku kak Achdan. 
 
Saat air mataku mengalir deras, aku mencoba untuk memanggilnya “kak Achdan” teriakku dengan suara yang sangat tidak berdaya. Kak Achdan pun datang dan bertanya “kenapa nangis lagi?” ujar kak Achdan, aku hanya bertanya “benerkan kamu juga suka sama Shella terus kamu nembak dia” ucapku dengan kesal. “gak tu nah Ya Allah” ucap kak Achdan “gak usah bohong kak” ucapku. Tak lama bell masuk pun berbunyi kak Achdan pun pergi meninggalkanku. Saat di dalam kelas aku hanya bisa terdiam dan menangis. Bell pulang sekolah pun berbunyi, aku pun langsung pulang ke rumah, setelah sampai di rumah aku pun mengambil Handphoneku yang ada di samping bantal tempat tidurku, dan membuka HP. Kemudian ku PING temanku yang bernama Dhika melalui BBM. “ka aku harus gimana?” ujarku ke Dhika melalui BBM, “kamu kacangi aja mereka” ujar Dhika, “tapi aku gak bisa kaya gitu dhika” ucapku, “ya udah terserah kamu aja, tapi ingat jangan GALAU ya Vira” ujar Dhika menyemangatiku. Kak Achdan pun mengirim BBM ke aku “sayang” kata kak Achdan “iya” balasku. Tiba-tiba perubahan sangat terlihat dari kak Achdan dia tidak ada lagi membalas BBM-ku. Aku hanya bisa berkata “ya sudahlah”. 
 
Ketika sampai di sekolah aku hanya bisa tersenyum untuk menutupi kerapuhanku yang terjadi karena perbuatan Shella dan kak Achdan sudah jadian. “ya sudahlah” ucapku dalam hati. Ketika aku berada di dalam kelas bersama Lika teman sebagaku “Lik, kok aku ngerasa dia cinta suciku yah” ucapku pada Lika, “itu karena Batinmu bisa ngerasain kalau memang dia cinta sucimu” ucap Lika. “dia bakalan balik ke kamu Vir, karena dia cinta sucimu” ucap Lika menyemangatiku, aku hanya membalas dengan senyuman. “aku yakin kamu bakalan balik lagi ke aku, karena takdirmu itu aku dan takdirku itu kamu” ucapku dalam hati, dan aku hanya mengucapkan selamat tinggal pada kak Achdan. 
 
Cerpen Karangan: Citra Aulia

Dengan Koleksi Cerpen Cinta diatas pastinya anda bisa mendapatkan sedikit insiprasi saat akan membuat Cerpen Kisah Cinta. Membuat Cerpen Cinta tidak akan sulit bagi anda yang sudah sering membuat cerpen. Bagi anda yang pemula, tidak perlu takut atau minder dalam membuat Cerpen Cinta Terbaru. Banyaklah membaca cerpen-cerpen yang bertemakan cinta. Lama-lama anda akan dengan mudah menemukan kata kunci dari setiap paragrafnya dan dapat mengerti apa saja yang dibutuhkan dalam pembuatan Cerpen Cinta.

Lihatlah sekeliling anda pula, karena tentu banyak cerita sehari-hari yang dapat kita temukan dan kita angkat menjadi sebuah karya. Saat ini kebanyakan Cerpen Cinta yang beredar mengangkat cerita kehidupan cinta remaja. Mengapa remaja? Karena di masa-masa remaja inilah anda dapat menemukan berbagai cerita ringan yang dapat diangkat ke dalam cerpen. Banyak penulis cerpen yang terinspirasi dari kisah cinta remaja dan mengangkatnya menjadi sebuah Cerpen Cinta.

Baca juga: Puisi Romantis

Tidak hanya itu, seringkali ada pula penulis yang menjadikan kisah cintanya yang tidak kesampaian menjadi sebuah Cerpen Cinta. Intinya dalam membuat sebuah Cerpen Cinta adalah, anda harus berani mengeksplor diri anda dan segala sesuatu yang ada di sekeliling anda. Dengan begitu dapat dipastikan anda dapat membuat Cerpen Cinta yang ringan namun dapat memberikan kesan bagi para pembacanya.

Cerpen Cinta

Semoga saja anda bisa mendapatkan banyak inspirasi dari Kumpulan Cerpen Cinta Romantis yang telah dihadirkan oleh Bibeh.com dan diambil dari berbagai sumber yang terpercaya. Terima kasih juga karena di Bibeh.com anda telah menyimak informasi tentang Cerpen Cinta.

Advertisement
Cerpen Cinta | bibeh | 4.5

Leave a Reply